<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>yuk.. Belajar Agama</title>
	<atom:link href="http://rezasalafy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rezasalafy.wordpress.com</link>
	<description>ini adalah blog yang insya Allah membantu anda mempelajari agama islam dengan mudah sesuai Alquran dan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Oct 2011 19:20:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rezasalafy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/bdba229f515879c6b82b5efeca406de6?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>yuk.. Belajar Agama</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rezasalafy.wordpress.com/osd.xml" title="yuk.. Belajar Agama" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rezasalafy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Buat yg galau: &#8220;Menuju Cinta Hakiki&#8221;</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2011/10/03/menuju-cinta-hakiki/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2011/10/03/menuju-cinta-hakiki/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 15:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain Mencermati perjalanan kata “cinta” di tengah manusia adalah suatu hal yang mengherankan bagi penuntut kehidupan kekal abadi, pengelana ke negeri akhirat. Dalam kehidupan ini, banyak insan rela untuk berkorban bagi siapa yang dia cintai, tidak peduli dengan rintangan yang harus dihadapi guna membuat yang dia cintai tenang dan bahagia. Betapa dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=220&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain</p>
<p>Mencermati perjalanan kata “cinta” di tengah manusia adalah suatu hal yang mengherankan bagi penuntut kehidupan kekal abadi, pengelana ke negeri akhirat. Dalam kehidupan ini, banyak insan rela untuk berkorban bagi siapa yang dia cintai, tidak peduli dengan rintangan yang harus dihadapi guna membuat yang dia cintai tenang dan bahagia. Betapa dia memberikan perhatian kepada kecintaannya dan berusaha untuk memenuhi segala kebutuhannya. Terasa hatinya gundah-gulana tatkala yang dicintainya dirundung duka dan kesedihan. Atau amatlah besar kepedihan hati dan kesengsaraan tatkala dia mendapatkan dari yang dia cintai ada yang selain dari apa yang dia harapkan.<br />
<a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/10/hakikat-cinta.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-238" title="hakikat-cinta" src="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/10/hakikat-cinta.jpg?w=300&#038;h=276" alt="" width="300" height="276" /></a><span id="more-220"></span><br />
Memang merupakan tabiat manusia untuk mencintai siapa yang berbuat baik kepadanya, atau paling tidak membalas budi kepadanya, dan ini adalah dasar pokok tumbuhnya cinta pada sebagian manusia kepada sebahagian lainnya. Namun, bukankah segala nikmat dan kebaikan yang dia dapatkan dari orang yang dicintainya adalah berasal dari Allah?</p>
<p>“Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kalian ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan.” [An-Nahl: 53]</p>
<p>Adakah suatu nikmat yang dia berikan kepada orang yang dia cintai tidak berasal dari Allah ‘Azza wa Jalla, sedang dia mengetahui bahwa hanya milik Allah-lah segala yang di langit dan di bumi?</p>
<p>Inilah letak keheranan sekaligus renungan pelajaran dalam samudra kehidupan yang penuh dengan cobaan dan godaan ini.</p>
<p>Pembaca yang terhormat, ketahuilah bahwa tiada kebahagiaan dan keberuntungan yang lebih besar dari kecintaan kepada Allah. Itulah surga dunia dan kenikmatan hakiki.</p>
<p>Kecintaan kepada Allah adalah kenikmatan jiwa, kehidupan ruh, kegembiraan diri, energi hati, cahaya akal, penyejuk mata dan kemakmuran batin. Tiada hal yang lebih nikmat dan lebih sejuk bagi hati yang sehat, jiwa yang baik, dan akal yang jernih dari kecintaan kepada Allah, rindu untuk beribadah kepada-Nya dan berjumpa dengan-Nya.</p>
<p>Kecintaan kepada Allah ialah ruh kehidupan, siapa yang luput darinya maka tergolong ke dalam bangkai-bangkai yang berjalan. Ia adalah cahaya, siapa yang tidak berbekal dengannya maka dia akan berada dalam lautan kegelapan. Ia adalah penyembuh, siapa yang tidak memilikinya maka hatinya akan terjangkit oleh seluruh penyakit. Dan ia adalah kelezatan, siapa yang tidak menemukannya maka hidupnya hanya sekedar gundah gulana dan kepedihan.</p>
<p>Kecintaan kepada Allah inilah yang mengantarkan hamba kepada negeri yang hanya dapat dicapai setelah menjalani berbagai rintangan dan kesulitan. Dan dengan cinta inilah, seorang hamba meraih kedudukan dan derajat yang didambakan oleh setiap hamba yang shalih.</p>
<p>Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ</p>
<p>“Ada tiga perkara, yang barangsiapa perkara-perkara tersebut terdapat padanya, maka dia akan merasakan kelezatan iman, (yaitu) hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari selain keduanya, hendaknya dia cinta kepada seseorang, tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah dan hendaknya dia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.”</p>
<p>Membahas masalah kecintaan kepada Allah adalah menyibak samudra yang sangat luas. Namun cukuplah di sini kita mengisyaratkan akan tiga hal.</p>
<p>Kecintaan kepada Allah adalah pondasi ibadah.</p>
<p>Berkata Ibnu Taimiyah, “Kecintaan kepada Allah, bahkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya termasuk kewajiban yang paling agung, dasarnya yang paling besar dan pondasinya yang mulia. Bahkan dia adalah dasar setiap amalan, dari berbagai amalan keimanan dan agama.”</p>
<p>Ibnul Qayyim bertutur pula, “Pondasi ibadah adalah cinta kepada Allah. Bahkan mengesakan Allah adalah dengan kecintaan itu, di mana segala cinta hanya untuk Allah. Tidak boleh selain Allah dicintai bersama Allah. Akan tetapi kecintaannya hendaknya karena Allah dan pada Allah, sebagaimana dia mencintai para nabi dan rasul, para malaikat dan para wali. Kecintaannya kepada mereka adalah dari kesempurnaan kecintaannya kepada Allah dan bukan cinta kepada mereka bersama Allah.”</p>
<p>Maksudnya bahwa segala cinta itu hanya untuk Allah. Bila seorang hamba memberi cinta kepada makhluk, maka kecintaan tersebut juga karena Allah dan karena melaksanakan perintah-Nya, sebagaimana seorang mukmin cinta kepada para nabi, para malaikat, kaum mukminin dan selainnya. Adapun siapa saja yang mencintai makhluk dengan cinta ibadah, atau di samping cinta kepada Allah dia juga mencintai makhluk maka hal tersebut tergolong perbuatan kesyirikan yang mengeluarkan pelakunya dari keislaman, sebagaimana dalam firman Allah,</p>
<p>“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaa-Nya (niscaya mereka menyesal).” [Al-Baqarah: 165]</p>
<p>Tanda-tanda Cinta kepada Allah</p>
<p>Berikut ini beberapa ayat yang menjelaskan tanda-tanda kecintaan kepada Allah.</p>
<p>Di antaranya adalah firman Allah,</p>
<p>“Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Âli ‘Imrân: 31]</p>
<p>Ayat ini menjelaskan bahwa tanda kecintaan seorang hamba kepada Allah dengan mengikuti Rasulullah shallalâhu ‘alaihi wa sallam dalam segala tuntunan dan syariat yang beliau bawa, secara zhahir maupun bathin.</p>
<p>Selanjutnya, firman Allah Ta’âlâ,</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al-Mâ`idah: 54]</p>
<p>Dalam ayat ini terdapat empat tanda kecintaan hamba kepada Allah:</p>
<p>Pertama, dia berlemah lembut kepada sesama mukmin.</p>
<p>Kedua, dia bersikap keras dan benci kepada orang-orang kafir.</p>
<p>Ketiga, dia berjihad di jalan Allah dengan segala kemampuannya, baik dengan harta, lisan, badan maupun hatinya.</p>
<p>Keempat, dia tidak takut terhadap celaan manusia dalam menjalankan perintah-perintah Allah ‘Azza wa Jalla.</p>
<p>Selain itu, dari tanda kecintaan kepada Allah Subhânahu wa Ta’âla adalah mendahulukan Allah dan Rasul-Nya di atas segala perkara. Allah Jalla Sya’nuhu berfirman,</p>
<p>“Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat-tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan-Nya,” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” [At-Taubah: 24]</p>
<p>Dari tanda kecintaan hamba kepada Allah adalah benci kepada apa yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Sebab-sebab Penumbuh Cinta kepada Allah</p>
<p>Ibnul Qayyim rahimahullâh menyebutkan sepuluh sebab yang akan menumbuhkan dan menambah rasa cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Berikut sepuluh sebab tersebut.</p>
<p>1. Membaca Al-Qur`ân dengan tadabbur dan memahami maknanya.</p>
<p>2. Memperbanyak ibadah nafilah (sunnah) setelah menunaikan ibadah-ibadah wajib.</p>
<p>3. Memperbanyak dzikir kepada Allah dalam segala keadaan.</p>
<p>4. Lebih mendahulukan pelaksanaan dari apa yang dicintai oleh Allah, walaupun hal tersebut menyelishi hawa nafsunya.</p>
<p>5. Membawa hati untuk mencermati nama-nama dan sifat-sifat Allah dan menelusuri taman-tamannya.</p>
<p>6. Menyaksikan kebaikan, kebajikan dan nikmat-nikmat Allah kepada makhluk-Nya.</p>
<p>7. Menundukkan diri di hadapan Allah Subhânahu wa Ta’âla.</p>
<p>8. Berkhalwat dan bermunajad kepada-Nya di waktu malam, terkhusus pada sepertiga malam terakhir.</p>
<p>9. Duduk dengan orang-orang shalih.</p>
<p>10. Menghindari segala sebab yang bisa memisahkan antara hatinya dengan Allah ‘Azza wa Jalla.</p>
<p>Tentunya sepuluh sebab di atas bersumber dan dari berbagai keterangan Al-Qur’an dan As-Sunnah.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang senantiasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan beramal dengan ketaatan. Wallâhu Ta’âla A’lam.</p>
<p>sumber: http://almadinah.or.id/368-menuju-cinta-hakiki.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=220&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2011/10/03/menuju-cinta-hakiki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/10/hakikat-cinta.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hakikat-cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersabarlah Karena Sesudah Kesulitan itu Pasti akan Datang Kemudahan</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/10/31/bersabarlah-karena-sesudah-kesulitan-itu-pasti-akan-datang-kemudahan/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/10/31/bersabarlah-karena-sesudah-kesulitan-itu-pasti-akan-datang-kemudahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 10:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[wasior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[sy nda pernah lupa ust kami(ust dzulqornain ibn muhammad sanusi) pernah dlm suatu majelis mengajarkan tafsir firman Allah surah alam nasyrah ayat 5-6, beliau menukil perkataan para ulama mufassir: ‎ &#8220;fa inna ma&#8217;al &#8216;usri yusron innama&#8217;al-&#8217;usri yusron&#8221;, ada 2 kali diulang kata al&#8217;usri (artinya suatu kesusahan/the difficulty) dia berbentuk ma&#8217;rifah(ciri2nya pake alif-lam), dan juga 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=208&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/10/maktabah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-222" title="maktabah" src="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/10/maktabah.jpg?w=307&#038;h=225" alt="" width="307" height="225" /></a>sy nda pernah lupa ust kami(ust dzulqornain ibn muhammad sanusi) pernah dlm suatu majelis mengajarkan tafsir firman Allah surah alam nasyrah ayat 5-6, beliau menukil perkataan para ulama mufassir:</p>
<p>‎</p>
<p>&#8220;fa inna ma&#8217;al &#8216;usri yusron innama&#8217;al-&#8217;usri yusron&#8221;,<br />
ada 2 kali diulang kata al&#8217;usri (artinya suatu kesusahan/the difficulty) dia berbentuk ma&#8217;rifah(ciri2nya pake alif-lam),<br />
dan juga 2 kali diulang kata yusro(artinya kemudahan/relief) berbentuk nakiroh(ciri2nya tdk pake alif-lam),</p>
<blockquote><p>sementara ternyata dlm kaidah bahasa dan tafsir jika ada kata ma&#8217;rifah diulang 2x dalam satu susunan kata, itu artinya cuma satu jenis (kesusahan) saja, tapi jika ada kata nakiroh diulang 2x maka itu artinya ada 2 jenis (kemudahan),</p></blockquote>
<p>trus maksudnya apa?<span id="more-208"></span><br />
kalau begitu ternyata jika Allah beri manusia ujian berupa satu jenis dari kesulitan, kesedihan, musibah, kegundahan maka pasti akan Allah datangkan setelahnya kemudahan yang sangat-sangat BANYAK,</p>
<p>Subhanallah betapa maha merahmati nya Allah kepada makhluk, bagaimana sy bisa lupa..!!?</p>
<blockquote><p>itu artinya bersabarlah wahai engkau yg sedang diuji, saudara2ku korban letusan merapi, korban tsunami di mentawai, korban banjir bandang di wasior, bersabarlah karena sesudah kesulitan itu pasti akan datang kemudahan (yang sangat banyak).</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=208&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/10/31/bersabarlah-karena-sesudah-kesulitan-itu-pasti-akan-datang-kemudahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/10/maktabah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">maktabah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah 1000 dinar (Tentang Tawakkal)</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/08/26/kisah-1000-dinar/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/08/26/kisah-1000-dinar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 22:52:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[tauladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah pernah menceritakan (dari Shahabat Abi Hurairah, Riwayat Imam Bukhari no. 2291) tentang seorang lelaki bani israil yg meminta kepada seseorang agar menghutanginya 1000 dinar, orang yg memberi hutang pun berkata:&#8221;Bawalah beberapa orang sebagai saksi&#8221;. Orang(yang meminjam) itu menjawab :&#8221;Cukuplah Allah sebagai saksi&#8221;. orang yang memberi hutang berkata lagi:&#8221;Bawalah kepadaku orang yg menjaminnya&#8221;. Orang (yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=199&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/08/samudra.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-205" title="samudra" src="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/08/samudra.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
Rasulullah pernah menceritakan (dari Shahabat Abi Hurairah, Riwayat Imam Bukhari no. 2291) tentang seorang lelaki bani israil yg meminta kepada seseorang agar menghutanginya 1000 dinar, orang yg memberi hutang pun <span id="more-199"></span>berkata:&#8221;Bawalah beberapa orang sebagai saksi&#8221;. Orang(yang meminjam) itu menjawab :&#8221;Cukuplah Allah sebagai saksi&#8221;. orang yang memberi hutang berkata lagi:&#8221;Bawalah kepadaku orang yg menjaminnya&#8221;. Orang (yang meminjam) menjawab:&#8221;Cukuplah Allah sebagai penjamin&#8221;. orang yang memberi hutang berkata &#8220;Engkau benar&#8221;. Ia pun menyerahkan (uang pinjaman tesebut) kepadanya sampai tempo tertentu.</p>
<p>Selanjutnya orang yang meminjam tersebut bepergian mengarungi lautan, setelah menyelesaikan keperluannya, ia kemudian mencari kapal yang ia tumpangi untuk datang kembali kepada pemilik uang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, namun ia tidak mendapatkan kapal. Ia pun mengambil sebatang kayu, lalu melubanginya, dan memasukkan uang 1000 dinar dan selembar surat untuk sahabatnya pada kayu tersebut, kemudian meratakan (menutup) kembali lubang itu. Selanjutnya ia membawanya ke laut. Ia berkata: &#8220;Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku berhutang kepada si fulan sejumlah 1000 dinar, ia(si pemilik uang) meminta seorang penjamin kepadaku, aku pun menjawab:&#8221;cukuplah Allah sebagai Penjamin&#8221;, ternyata ia rela menerima (jaminan)-Mu. Dan juga ia meminta seorang saksi kepadaku, lantas aku berkata: &#8220;Cukuplah Allah sebagai saksi&#8221;, ternyata ia juga rela dengan (kesaksian)-Mu<br />
Dan (Engkau tahu) bahwa aku telah berusaha dengan sungguh-sungguh mengirimkan kepadanya apa yang menjadi haknya namun aku tidak kuasa. Maka aku titipkan (kayu ini) kepada Engkau&#8221;. iapun melemparnya ke laut sampai terbawa ke tengah lautan, setelah itu ia pergi. Dalam pada itu ia masih mencari kapal untuk pulang ke negerinya.</p>
<p>Pada saat itu keluarlah orang yang menghutanginya, menanti barangkali ada kapal yang datang membawa hartanya. Tiba-tiba ia melihat kayu yang berisi uang tersebut. Ia pun mengambilnya untuk diberikan kepada istrinya sebagai kayu bakar. Dan, ketika itu ia membelah kayu tersebut ia menemukan uang dan sepucuk surat.</p>
<p><a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/08/dinar-awal-masa1.jpg"><img title="dinar-awal-masa1" src="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/08/dinar-awal-masa1.jpg?w=400&#038;h=450" alt="" width="400" height="450" /></a></p>
<p>maka saat itu tiba pula orang yang ia beri pinjaman menyerahkan uang 1000 dinar, seraya bekata :&#8221;Demi Allah , aku sudah berusaha mencari kapal untuk menyerahkan uang anda namun aku tidak mendapatkan satu kapalpun sebelum yang aku tumpangi ini. Si peminjam pun berkata &#8220;Apakah engkau telah mengirim sesuatu kepadaku?&#8221; Dia menjawab:&#8221;Aku sudah beritahu kapadamu bahwa aku tidak menemukan kapal sebelum yang aku tumpangi ini&#8221;. maka si peminjam mengabarkan: &#8220;Sesungguhnya Allah telah menunaikan apa yang engkau kirimkan kepadaku lewat kayu itu. karena itu bawalah kembali uang 1000 dinarmu ini dengan senang hati&#8221;</p>
<p>sumber: dari &#8220;Buku Kisah yang dikisahkan oleh Nabi&#8221;</p>
<p>sumber link: http://rezasalafy.wordpress.com http://rezamaulana.co.nr</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=199&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/08/26/kisah-1000-dinar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/08/samudra.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">samudra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/08/dinar-awal-masa1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dinar-awal-masa1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kegembiraan Allah Terhadap Taubat Hamba-Nya</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/08/21/taubat-hamba/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/08/21/taubat-hamba/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 09:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[hamba]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>
		<category><![CDATA[tauladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Allah lebih gembira terhadap taubat seorang hamba-Nya dibanding dengan seseorang yg meletakkan barang bawaannya(bekalnya) di atas onta lalu memulai perjalanan. Kemudian ketika berada di padang luas ia ingin istirahat siang, ia pun tidur di bawah rindangnya sebatang pohon. Rasa kantuk melelapkannya sehingga ontanya perlahan-lahan pergi. Ketika terjaga ia segera menuju ke tempat tinggi (mencarinya) namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=180&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/08/shihmuslim-taubah.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-201" title="shihmuslim-taubah" src="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/08/shihmuslim-taubah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&#8220;Allah lebih gembira terhadap taubat seorang hamba-Nya dibanding dengan seseorang yg meletakkan barang bawaannya(bekalnya) di atas onta lalu memulai perjalanan. Kemudian ketika berada di padang luas ia ingin istirahat siang, ia pun tidur di bawah rindangnya sebatang pohon. Rasa kantuk melelapkannya sehingga ontanya perlahan-lahan pergi. Ketika terjaga ia segera menuju ke tempat tinggi (mencarinya) namun tidak melihat apa-apa, kemudian ia naik ke tempat tinggi yg ketiga namun juga tetap tidak melihat ap-apa. Akhirnya ia kembali ke tempat ia tidur tadi. Ketika duduk pasrah tiba-tiba ontanya datang, berjalan mendekat sampai meletakkan tali kendalinya di tangan orang tersebut. Sunggu Allah lebih behagia dengan sebab taubat hamba-Nya dari pada kebahagiaan orang ini kala menemukan kembali ontanya dalam kondisi seperti itu&#8221;<br />
haditnya Rasulullah ini ada di Shahih Muslim no. 2745, diceritakan dari khutbah Nu&#8217;man ibn Basyir -Radhiyallahu &#8216;anhu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=180&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/08/21/taubat-hamba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/08/shihmuslim-taubah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">shihmuslim-taubah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah(dramatis) Masuk Islamnya shahabat Salman Al-Farisi</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/06/30/kisah-salman/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/06/30/kisah-salman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 17:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Yuk..sempatkan waktu sejenak membaca kisah ini, dijamin insya Allah nda nyesal..! Subhanallah..sungguh mengharukan kisah seorang shahabat mulia, kisah tentang pencariannya yang panjang, pencarian beliau tentang kebenaran hakiki, semuanya tentang ketulusan dan kejujuran niat, kisah dari hadits shahih riwayat imam Ahmad -rahimahullah: Dari Abdullah bin Abbas Radliyallahu ‘Anhuma berkata, “Salman al-Farisi Radliyallahu ‘Anhu menceritakan biografinya kepadaku dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=181&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong>Yuk..sempatkan waktu sejenak membaca</strong> kisah ini, dijamin insya Allah <strong><span style="color:#800080;">nda nyesal..</span>!</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong></strong>Subhanallah..sungguh mengharukan kisah seorang shahabat mulia, kisah tentang pencariannya yang panjang, pencarian beliau tentang kebenaran hakiki, semuanya tentang ketulusan dan kejujuran niat, kisah dari hadits shahih riwayat imam Ahmad -rahimahullah:</p>
<p style="text-align:left;">Dari <strong>Abdullah bin Abbas</strong> <em>Radliyallahu ‘Anhuma</em> berkata, “<strong>Salman al-Farisi</strong> <em>Radliyallahu ‘Anhu </em>menceritakan biografinya kepadaku dari mulutnya sendiri. Dia berkata, “Aku seorang Ielaki <strong>Persia</strong> dari<strong> Isfahan</strong>, warga suatu desa bernama Jai. Ayahku adalah seorang tokoh masyarakat yang mengerti pertanian. Aku sendiri yang paling disayangi ayahku dari semua<strong> makhluk Allah</strong>. Karena sangat sayangnya aku tidak diperbolehkan keluar rumahnya, aku diminta senantiasa berada di samping perapian, aku seperti seorang budak saja.<a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/06/padang-pasir.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-190" title="padang-pasir" src="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/06/padang-pasir.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Aku dilahirkan dan membaktikan diri di <strong>lingkungan Majusi</strong> (agama yg mengagungkan api sebagai sesembahan;red), sehingga aku sebagai penjaga api yang bertanggung jawab atas nyalanya api dan tidak membiarkannya padam. Ayahku memiliki tanah perahan yang luas. Pada suatu hari beliau sibuk mengurus bangunan. Beliau berkata kepadaku, ‘Wahai anakku, hari ini aku sibuk di bangunan, aku tidak sempat mengurus tanah, cobalah engkau pergi kesana!’ Beliau menyuruhku melakukan beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.</p>
<p><span id="more-181"></span></p>
<p>Aku keluar menuju tanah ayahku. Dalam perjalanan aku melewati salah satu gereja Nasrani. Aku mendengar suara mereka yang sedang sembahyang. Aku sendiri tidak mengerti mengapa ayahku mengharuskan aku tinggal di dalam rumah saja (melarang aku keluar rumah).</p>
<p>Tatkala aku melewati gereja mereka, dan aku mendengar suara mereka sedang shalat maka aku masuk ke dalam gereja itu untuk mengetahui apa yang sedang mereka lakukan?</p>
<p>Begitu aku melihat mereka, aku kagum dengan shalat mereka, dan aku ingin mengetahui peribadatan mereka. Aku berkata dalam hati, ‘Demi Allah, ini lebih baik dari agama yang kita anut selama ini.’ Demi Allah, aku tidak beranjak dari mereka sampai matahari terbenam. Aku tidak jadi pergi ke tanah milik ayahku. Aku bertanya kepada mereka, ‘Dari mana asal usul agama ini?<sup>‘</sup> Mereka menjawab, ‘Dari <strong>Syam (Syiria)</strong>.’</p>
<p>Kemudian aku pulang ke rumah ayahku. Padahal ayahku telah mengutus seseorang untuk mencariku. Sementara aku tidak mengerjakan tugas dari ayahku sama sekali. Maka ketika aku telah bertemu ayahku, beliau bertanya, ‘Anakku, ke mana saja kamu pergi? Bukankah aku telah berpesan kepadamu untuk mengerjakan apa yang aku perintahkan itu?’ Aku menjawab, ‘Ayah, aku lewat pada suatu kaum yang sedang sembahyang di dalam gereja, ketika aku melihat ajaran agama mereka aku kagum. Demi Allah, aku tidak beranjak dari lempat itu sampai matahari terbenam,’</p>
<p>Ayahku menjawab, ‘Wahai anakku, tidak ada kebaikan sedikitpun dalam agama itu. Agamamu dan agama ayahmu lebih bagus dari agama itu.’ Aku membantah, ‘Demi Allah, sekali-kali tidak! Agama itu lebih bagus dari agama kita.’ Kemudian ayahku khawatir dengan diriku, sehingga beliau merantai kakiku, dan aku dipenjara di dalam rumahnya.</p>
<p>Suatu hari ada serombongan orang dari agama Nasrani diutus menemuiku, maka aku sampai kan kepada mereka, ‘Jika ada rombongan dari Syiria terdiri dari para pedagang Nasrani, maka supaya aku diberitahu.’ Aku juga meminta agar apabila para pedagang itu telah selesai urusannya dan akan kembali ke negrinya, (agar mereka para pedagang) memberiku izin bisa menemui mereka.</p>
<p>Ketika para pedagang itu hendak kembali ke negrinya, mereka memberitahu kepadaku. Kemudian rantai besi yang mengikat kakiku aku lepas, lantas aku pergi bersama mereka sehingga aku tiba di Syiria.</p>
<p>Sesampainya aku di Syiria, aku bertanya, ‘Siapakah orang yang ahli agama di sini?’ Mereka menjawab, ‘Uskup (pendeta) yang tinggal di gereja.’ Kemudian aku menemuinya. Kemudian aku berkata kepada pendeta itu, ‘Aku sangat mencintai agama ini, dan aku ingin tinggal bersamamu, aku akan membantumu di gerejamu, agar aku dapat belajar denganmu dan sembahyang bersama-sama kamu.’ Pendeta itu menjawab, ‘Silahkan.’ Maka aku pun tinggal bersamanya.</p>
<p>Ternyata pendeta itu seorang yang jahat, dia menyuruh dan menganjurkan umat untuk bersedekah, namun setelah sedekah itu terkumpul dan diserahkan kepadanya, ia menyimpan sedekah tersebut untuk dirinya sendiri, tidak diberikan kepada orang-orang miskin, sehingga terkumpullah 7 peti emas dan perak.</p>
<p>Aku sangat benci perbuatan pendeta itu. Kemudian dia meninggal. Orang-orang Nasrani pun berkumpul untuk menge-bumikannya. Ketika itu aku sampaikan kepada khalayak, ‘Sebenarnya, pendeta ini adalah seorang yang berperangai buruk, menyuruh dan menganjurkan kalian untuk bersedekah. Tetapi jika sedekah itu telah terkumpul, dia menyimpannya untuk diri­nya sendiri, tidak memberikannya kepada orang-orang miskin barang sedikitpun.’</p>
<p>Mereka pun mempertanyakan apa yang aku sampaikan, ‘Apa buktinya bahwa kamu mengetahui akan hal itu?’ Aku menjawab, ‘Marilah aku tunjukkan kepada kalian simpanannya itu.’ Mereka berkata, Baik, tunjukkan simpanan tersebut kepada kami.’ Lalu Aku memperlihatkan tempat penyimpanan sedekah itu. Kemudian mereka mengeluarkan sebanyak 7 peti yang penuh berisi emas dan perak. Setelah mereka menyaksikan betapa banyaknya simpanan pendeta itu, mereka berkata, ‘Demi Allah, selamanya kami tidak akan menguburnya.’ Kemudian mereka menyalib pendeta itu pada tiang dan melempari jasadnya dengan batu.</p>
<p>Kemudian mereka mengangkat orang lain sebagai penggantinya. Aku tidak pernah melihat seseorang yang tidak mengerjakan shalat lima waktu (bukan seorang muslim) yang lebih bagus dari dia, dia sangat zuhud, sangat mencintai akhirat, dan selalu beribadah siang malam. Maka aku pun sangat mencintai-nya dengan cinta yang tidak pernah aku berikan kepada selainnya. Aku tinggal bersamanya beberapa waktu.</p>
<p>Kemudian ketika kematiannya menjelang, aku berkata kepadanya, ‘Wahai Fulan, selama ini aku hidup bersamamu, dan aku sangat mencintaimu, belum pernah ada seorangpun yang aku cintai seperti cintaku kepadamu, padahal sebagaimana kamu Iihat, telah menghampirimu saat berlakunya taqdir Allah (berupa kematian), kepada siapakah aku ini engkau wasiatkan, apa yang engkau perintahkan kepadaku?’</p>
<p>Orang itu berkata, ‘Wahai anakku, demi Allah, sekarang ini aku sudah tidak tahu lagi siapa yang mempunyai keyakinan seperti aku. Orang-orang yang aku kenal telah mati, dan masyarakatpun mengganti ajaran yang benar dan meninggalkannya sebagiannya, kecuali seorang yang tinggal di Mosul (kota di Irak), yakni Fulan, dia memegang keyakinan seperti aku ini, temuilah ia di sana!’</p>
<p>Lalu tatkala ia telah wafat, aku berangkat untuk menemui seseorang di Mosul. Aku berkata, ‘Wahai Fulan, sesungguhnya si Fulan telah mewasiatkan kepadaku menjelang kematiannya agar aku menemuimu, dia memberitahuku bahwa engkau memiliki keyakinan sebagaimana dia.’</p>
<p>Kemudian orang yang kutemui itu berkata, ‘Silahkan tinggal bersamaku. Aku pun hidup bersamanya.’ Aku dapati ia sangat baik sebagaimana yang diterangkan Si Fulan kepadaku. Namun ia pun dihampiri kematian. Dan ketika kematian menjelang, aku bertanya kepadanya, ‘Wahai Fulan, ketika itu si Fulan mewa­siatkan aku kepadamu dan agar aku menemuimu, kini taqdir Allah akan berlaku atasmu sebagaimana engkau maklumi, oleh karena itu kepada siapakah aku ini hendak engkau wasiatkan? Dan apa yang engkau perintahkan kepadaku?’</p>
<p>Orang itu berkata, ‘Wahai. anakku, Demi Allah, tak ada seorangpun sepengetahuanku yang seperti aku kecuali seorang di Nashibin (kota di Aljazair), yakni Fulan. Temuilah ia!<sup>‘</sup></p>
<p>Maka setelah beliau wafat, aku menemui seseorang yang di Nashibin itu. Setelah aku bertemu dengannya, aku menceritakan keadaanku dan apa yang di perintahkan si Fulan kepadaku. Orang itu berkata, ‘Silahkan tinggal bersamaku.’ Sekarang aku mulai hidup bersamanya. Aku dapati ia benar-benar seperti si Fulan yang aku pernah hidup bersamanya. Aku tinggal bersama seseorang yang sangat baik.</p>
<p>Namun, kematian hampir datang menjemputnya (juga). Dan di ambang kematiannya aku berkata, ‘Wahai Fulan, Ketika itu si Fulan mewasiatkan aku kepada Fulan, dan kemarin Fulan mewa-siatkan aku kepadamu? Sepeninggalmu nanti, kepada siapakah aku akan engkau wasiatkan? Dan apa yang akan engkau perintahkan kepadaku?’</p>
<p>Orang itu berkata, ‘Wahai anakku, Demi Allah, tidak ada seorangpun yang aku kenal sehingga aku perintahkan kamu untuk mendatanginya kecuali seseorang yang tinggal di Amuria (kota di Romawi). Orang itu menganut keyakinan sebagaimana yang kita anut, jika kamu berkenan, silahkan mendatanginya. Dia pun menganut sebagaimana yang selama ini kami pegang.’</p>
<p>Setelah seseorang yang baik itu meninggal dunia, aku pergi menuju Amuria. Aku menceritakan perihal keadaanku kepadanya. Dia berkata, ‘Silahkan tinggal bersamaku.’ Akupun hidup bersama seseorang yang ditunjuk oleh kawannya yang se-keyakinan.</p>
<p>Di tempat orang itu, aku bekerja, sehingga aku memiliki beberapa ekor sapi dan kambing. Kemudian taqdir Allah pun berlaku untuknya. Ketika itu aku berkata, ‘Wahai Fulan, selama ini aku hidup bersama si Fulan, kemudian dia mewasiatkan aku untuk menemui Si Fulan, kemudian Si Fulan juga mewasiatkan aku agar menemui Fulan, kemudian Fulan mewasiatkan aku un­tuk menemuimu, sekarang kepada siapakah aku ini akan engkau wasiatkan? dan apa yang akan engkau perintahkan kepadaku?’</p>
<p>Orang itu berkata, ‘Wahai anakku, demi Allah, aku tidak mengetahui seorangpun yang akan aku perintahkan kamu untuk mendatanginya. Akan tetapi telah hampir tiba waktu munculnya seorang nabi, dia diutus dengan membawa ajaran nabi Ibrahim. Nabi itu akan keluar diusir dari suatu tempat di Arab kemudian berhijrah menuju daerah antara dua perbukitan. Di antara dua bukit itu tumbuh pohon-pohon kurma. Pada diri nabi itu ter-dapat tanda-tanda yang tidak dapat disembunyikan, dia mau makan hadiah tetapi tidak mau menerima sedekah, di antara kedua bahunya terdapat tanda cincin kenabian. Jika engkau bisa menuju daerah itu, berangkatlah ke sana!’ Kemudian orang ini pun meninggal dunia. Dan sepeninggalnya, aku masih tinggal di Amuria sesuai dengan yang dikehendaki Allah.</p>
<p><a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/06/kurma.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-188" title="kurma" src="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/06/kurma.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Pada suatu hari, lewat di hadapanku serombongan orang dari Kalb, mereka adalah pedagang. Aku berkata kepada para pedagang itu, ‘Bisakah kalian membawaku menuju tanah Arab dengan imbalan sapi dan kambing-kambingku?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Lalu aku memberikan ternakku kepada mereka. Mereka membawaku, namun ketika tiba di <em>Wadil Qura, </em>mereka menzha-limiku, dengan menjualku sebagai budak ke tangan seorang<strong> Yahudi</strong>. Kini aku tinggal di tempat seorang Yahudi, Aku melihat pohon-pohon kurma, aku berharap, mudah-mudahan ini daerah sebagaimana yang disebutkan si Fulan kepadaku. Aku tidak biasa hidup bebas.</p>
<p>Ketika aku berada di samping orang Yahudi itu, keponakannya datang dari Madinah dari Bani Quraidzah. la membeliku darinya. Kemudian membawaku ke Madinah. Begitu aku tiba di Madinah aku segera tahu berdasarkan apa yang disebutkan si Fulan kepadaku. Sekarang aku tinggal di Madinah.</p>
<p>Allah mengutus seorang RasulNya, dia telah tinggal di Makkah beberapa lama, yang aku sendiri tidak pernah mendengar ceritanya karena kesibukanku scbagai seorang budak. Kemudian Rasul itu berhijrah ke Madinah. Demi Allah, ketika aku berada di puncak pohon kurma majikanku, karena aku be-kerja di perkebunan, sementara majikanku duduk, tiba-tiba salah seorang keponakannya datang menghampiri, kemudian berkata, ‘Fulan, Celakalah Bani Qailah (suku Aus dan Khazraj). Mereka kini sedang berkumpul di Quba’ menyambut seseorang yang datang dari Makkah pada hari ini. Mereka percaya bahwa orang itu Nabi.’</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/06/pohon2kurma.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-189" title="pohon2kurma" src="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/06/pohon2kurma.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Tatkala aku mendengar pembicaraannya, aku gemetar sehingga aku khawatir jatuh menimpa majikanku. Kemudian aku turun dari pohon, dan bertanya kepada keponakan majikanku, ‘Apa tadi yang engkau katakan? Apa tadi yang engkau katakan?<sup>‘ </sup>Majikanku sangat marah, dia memukulku dengan pukulan keras. Kemudian berkata, ‘Apa urusanmu menanyakan hal ini, Lanjutkan pekerjaanmu !.’</p>
<p>Aku menjawab, ‘Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin mencari kejelasan terhadap apa yang dikatakan. Padahal sebenarnya saya telah memiliki beberapa informasi mengenai akan diutusnya seorang nabi itu.’</p>
<p>Pada sore hari, aku mengambil sejumlah bekal kemudian aku menuju Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em>, ketika itu beliau sedang berada di Quba, lalu aku menemui beliau. Aku berkata, ”Telah sampai kepadaku kabar bahwasanya engkau adalah seorang yang shalih, engkau memiliki beberapa orang sahabat yang dianggap asing dan miskin. ‘Aku membawa sedikit sedekah, dan menurutku kalian lebih berhak menerima sedekahku ini daripada orang lain.’</p>
<p>Aku pun menyerahkan sedekah tersebut kepada beliau, kemudian Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> bersabda kepada para sahabat, ‘Silahkan kalian makan, sementara beliau tidak menyentuh sedekah itu dan tidak memakannya. Aku berkata, ‘Ini satu tanda kenabiannya.’</p>
<p>Aku pulang meninggalkan beliau untuk mengumpulkan sesuatu. Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> pun berpindah ke Madinah. Kemudian pada suatu hari, aku mendatangi beliau sambil berkata, ‘Aku memperhatikanmu tidak memakan pemberian berupa sedekah, sedangkan ini merupakan hadiah sebagai penghormatanku kepada engkau.’</p>
<p>Kemudian Rasulullah makan sebagian dari hadiah pemberianku dan memerintahkan para sahabat untuk memakannya, mereka pun makan hadiahku itu. Aku berkata dalam hati, ‘lnilah tanda ke nabi an yang kedua.’</p>
<p>Selanjulnya aku menemui beliau <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> saat beliau berada di kuburan B<em>aqi’ al-Gharqad, </em>beliau sedang mengantarkan jenazah salah seorang sahabat, beliau mengenakan dua lembar kain, ketika itu beliau sedang duduk di antara para sahabat, aku mengucapkan salam kepada beliau. Kemudian aku berputar memperhatikan punggung beliau, adakah aku akan melihat cincin yang dise-butkan Si Fulan kepadaku.</p>
<p>Pada saat Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> melihatku sedang memperhatikan beliau, beliau mengetahui bahwa aku sedang mencari kejelasan tentang sesuatu ciri kenabian yang disebutkan salah seorang kawanku. Kemudian beliau melepas kain selendang beliau dari punggung, aku berhasil melihat tanda cincin kenabian dan aku yakin bahwa beliau adalah seorang Nabi. Maka aku telungkup di hadapan beliau dan memeluknya seraya menangis.</p>
<p>Rasulullah bersabda kepadaku, ‘Geserlah kemari,’ maka akupun bergeser dan menceritakan perihal keadaanku sebagaimana yang aku ceritakan kepadamu ini wahai Ibnu Abbas. Kemudian para sahabat takjub kepada Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> ketika mendengar cerita perjalanan hidupku itu.”</p>
<p>Salman sibuk bekerja sebagai budak. Dan perbudakan inilah yang menyebabkan Salman terhalang mengikuti perang Badar dan Uhud. “Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> suatu hari bersabda kepadaku, ‘Mintalah kepada majikanmu untuk bebas, wahai Salman!’ Maka majikanku membebaskan aku dengan tebusan 300 pohon kurma yang hams aku tanam untuknya dan 40 uqiyah.</p>
<p>Kemudian Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em>,<em> </em>mengumpulkan para sahabat dan bersabda, ‘Berilah bantuan kepada saudara kalian ini.’ Mereka pun membantuku dengan memberi pohon (tunas) kurma. Seorang sahabat ada yang memberiku 30 pohon, atau 20 pohon, ada yang 15 pohon, dan ada yang 10 pohon, masing-masing sahabat memberiku pohon kurma sesuai dengan kadar kemampuan mereka, sehingga terkumpul benar-benar 300 pohon.</p>
<p>Setelah terkumpul Rasulullah bersabda kepadaku, ‘Berangkatlah wahai Salman dan tanamlah pohon kurma itu untuk majikanmu, jika telah selesai datanglah kemari aku akan meletak-kannya di tanganku.’ Aku pun menanamnya dengan dibantu para sahabat. Setelah selesai aku menghadap Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> dan memberitahukan perihalku, Kemudian Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> keluar bersamaku menuju kebun yang aku tanami itu. Kami dekatkan pohon (tunas) kurma itu kepada beliau dan Rasulullah pun meletakkannya di tangan beliau. Maka, demi jiwa Salman yang berada di TanganNya, tidak ada sebatang pohon pun yang mati.</p>
<p>Untuk tebusan pohon kurma sudah terpenuhi, aku masih mempunyai tanggungan uang sebesar 40 uqiyah. Kemudian Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam </em> membawa emas sebesar telur ayam hasil dari rampasan perang. Lantas beliau bersabda, ‘Apa yang telah dilakukan Salman al-Farisi?’ Kemudian aku dipanggil beliau, lalu beliau bersabda, ‘Ambillah emas ini, gunakan untuk melengkapi tebusanmu wahai Salman!’</p>
<p>Wahai Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em>, bagaimana status emas ini bagiku? Rasulullah menjawab, ‘Ambil saja! Insya Allah, Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> akan memberi kebaikan kepadanya.’ Kemudian aku menimbang emas itu. Demi jiwa Salman yang berada di TanganNya, berat ukuran emas itu 40 uqiyah. Kemudian aku penuhi tebusan yang harus aku serahkan kepada majikanku, dan aku dimerdekakan.</p>
<p>Setelah itu aku turut serta bersama Rasulullah <em>Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> dalam perang Khandaq, dan sejak itu tidak ada satu peperangan yang tidak aku ikuti.’</p>
<p>(<em>HR. Ahmad, 5/441; ath-Thabranl dalam <em>al-Kabir(6/222); </em>lbnu Sa’ad dalam <em>ath-Thabagat, </em>4/75; al-Balhaqi dalam <em>al-kubra, </em>10/323.</em>)</p>
<p>==========================</p>
<p>sumber: http://rezamaulana.co.nr atau http://rezasalafy.wordpress.com .terinspirasi dari suatu hari pada pelajaran kami bersama ustadz kami Ust.Khaidir bin Muhammad Sanusi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=181&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/06/30/kisah-salman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/06/padang-pasir.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">padang-pasir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/06/kurma.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">kurma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/06/pohon2kurma.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pohon2kurma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dauroh Tajwid</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/06/29/dauroh-tajwid/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/06/29/dauroh-tajwid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 07:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[ini ada sedikit oleh2 dari dauroh tajwid makassar yang lalu, materi presentasi dauroh tajwid tepatnya gambar tempat keluarnya huruf bentuknya .ppt &#8230;tafadhdhal! Download Materi Presentasi Dauroh Tajwid Makassar 2010 di Sini atau dengan mengklik gambar di atas.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=170&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/05/gambar-mulut.ppt"><img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs293.snc3/28323_1355071031381_1069615986_30792797_3315689_n.jpg" width="176" height="230"></a><br />
ini ada sedikit oleh2 dari dauroh tajwid makassar yang lalu, materi presentasi dauroh tajwid tepatnya gambar tempat keluarnya huruf bentuknya .ppt &#8230;tafadhdhal!<br />
Download Materi Presentasi Dauroh Tajwid Makassar 2010 <a href="http://rezasalafy.files.wordpress.com/2010/05/gambar-mulut.ppt">di Sini</a> atau dengan mengklik gambar di atas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=170&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/06/29/dauroh-tajwid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs293.snc3/28323_1355071031381_1069615986_30792797_3315689_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sungguh Indah Hikmah sang Murid (Abu Abdirrahman Hatim ibn Alwan)</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/03/17/sungguh-indah-hikmah-sang-murid-abu-abdirrahman-hatim-ibn-alwan/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/03/17/sungguh-indah-hikmah-sang-murid-abu-abdirrahman-hatim-ibn-alwan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 15:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Adalah seorang salaf Abu Abdirrahman Hatim bin Alwan, terkenal dengan gelar Al-Asham. Wafat pada tahun 237 H / 751 M, dia termasuk tokoh besar dikhurasan, Beliau merupakan salah seorang murid Syaikh Syaqiq Al-Balkhi (Abu Ali Syaqiq bin Ibrahim Al-balkhi, wafat pada tahun 149 H / 810 M) karena kecerdasan dan lisannya yang hikmah sampai sebagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=115&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Adalah seorang salaf <em>Abu Abdirrahman Hatim bin Alwan</em>, terkenal dengan gelar Al-Asham. Wafat pada tahun 237 H / 751 M, dia termasuk tokoh besar dikhurasan, Beliau merupakan salah seorang murid Syaikh <em>Syaqiq Al-Balkhi</em> (Abu Ali Syaqiq bin Ibrahim Al-balkhi, wafat pada tahun 149 H / 810 M)<br />
karena kecerdasan dan lisannya yang hikmah sampai sebagian para ulama menggelar beliau sebagai Luqman Al-hakimnya di jaman beliau.</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30636770&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=372626292351&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=372626292351&amp;id=1069615986"><img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs428.snc3/24711_1276700752173_1069615986_30636770_4891037_n.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<p>Tibalah suatu hari gurunya bertanya,<span id="more-115"></span><br />
“Berapa lama engkau telah berguru kepadaku?”<br />
“Tiga puluh tahun,” jawab Hatim<br />
“Selama itu apa saja yang telah engkau pelajari dariku,” tanya Syaqiq.<br />
“Delapan hal saja.”<br />
“Sia-sia saja umurku bersamamu. Selama ini kau belajar hanya delapan hal,” ujar Syaqiq dengan gusar.<br />
“Syaikh.., memang aku tidak mendapatkan sesuatu selain itu. Aku pun tidak ingin berdusta.”<br />
“Jelaskan yang delapan itu, aku ingin dengar,” pinta sang guru.</p>
<p>Beliaupun berkata:</p>
<h2>yang pertama</h2>
<p>Aku lihat semua orang mempunyai kekasih. Diapun ingin sehidup semati dengan kekasihnya. Padahal ketika sampai ke kubur, berpisahlah dia dengan kekasihnya. Maka aku pun memilih amal shaleh sebagai kekasihku, karena ia menyertaiku bila aku masuk ke dalam kubur, juga menemaniku ketika menghadapi panggilan Ilahi nanti.</p>
<h2>Kedua:</h2>
<p>Aku perhatikan firman Allah (An-Nazi’at:40):<br />
وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى<br />
dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya <strong>dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya</strong>,Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).<br />
Allah pun Maha benar. Aku memilih surga. Maka aku berjuang mengendalikan hawa nafsuku.</p>
<h2>Ketiga:</h2>
<p>Setiap orang memiliki kekayaan. Dia menghargai, menilai, dan memelihara kekayaan itu.<br />
Kemudian aku memperhatikan firman Allah (( مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللّهِ بَاقٍ))<br />
&#8221; Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.”( Surah an Nahl : 96 ).<br />
Oleh sebab itu setiap kali aku memiliki harta yang mempunyai harga dan bernilai, maka segera aku serahkan dan menyimpannya di jalan Allah, agar semoga harta itu akan kekal dan terpelihara disisi-Nya.</p>
<h2>Keempat:</h2>
<p>Aku melihat semua orang mempunyai nilai yang dikejarnya. Harta, pangkat, kemuliaan, dan keturunan. Semuanya bagiku tidak bernilai. Kemudian aku memperhatikan firman Allah:<br />
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُم<br />
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu” ( Surah al hujurot: 13 ).<br />
Oleh karena itu aku melakukan sesuatu dengan penuh ketaqwaaan agar aku menjadi orang yang mulia disisi Allah&#8221;.</p>
<h2>Kelima:</h2>
<p>Aku perhatikan orang saling menusuk, saling mengutuk. Semuanya karena dengki. Padahal Allah berfirman:<br />
نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُم<br />
&#8221; Kamilah yang membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehiduapn ini &#8220;( Surah Az-Zukhruf : 32 ).<br />
Maka aku tinggalkan dengki. Aku(pun) jauhi pertikaian di antara orang banyak.</p>
<h2>Keenam:</h2>
<p>Aku memandang kepada makhluk ini, yang ternyata mereka bermusuh-musuhan satu sama lain.Maka aku kembali kepada firman Allah :<br />
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا<br />
&#8221; Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh bagi kamu maka perlakukanlah dia sebagai musuh &#8221; ( Surah Fathir : 6 ).<br />
Maka dengan ayat ini, aku memandang bahwa setan itulah musuhku, oleh sebab itu aku meninggalkan permusuhan dan menjadikan syaithan saja satu-satunya musuh bagiku.</p>
<h2>Ketujuh:</h2>
<p>Aku memandang kepada makhluk ini semua, maka aku melihat masing-masing mereka menghinakan dirinya untuk mencari rizki(mencarinya dengan cara yang diharamkan Alloh). Kemudian aku perhatikan firman Allah :<br />
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا<br />
&#8221; Dan tidaklah ada daripada makhluk yang melata di bumi ini kecuali Allah telah menjamin rezekinya &#8221; ( Surah Hud : 6 ).<br />
Maka dengan ayat ini aku menyibukkan diri dalam mengerjakan kewajibanku kepada Allah,dan meninggalkan apa yang tidak Allah tulis(rizki)kan untukku.</p>
<h2>Kedelapan:</h2>
<p>Aku melihat manusia masing-masing bersandar kepada perniagaannya,perusahaanny</p>
<div>a dan juga ada yang bersandar kepada kesehatannya.Kemudian aku memperhatikan firman Allah :<br />
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ<br />
&#8221; Barangsiapa yang menyandarkan dirinya(bertawakkal) kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya &#8221; ( surah at Thalaq : 3 ).<br />
Maka aku bertawakkal hanya kepada Allah, karena Aku yakin Alloh akan mencukupkan segala keperluanku.</p>
<p>dinukil dari <strong><em>Mukhtashor Minhajul Qosidin hal:18</em></strong></p>
<p><a title="http://reza.salafy.ws" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=372626292351&amp;h=0039103b7d79e8964e42e3710d594da3&amp;url=http%3A%2F%2Freza.salafy.ws" target="_blank">sumber 1</a><br />
<a title="http://rezasalafy.wordpress.com" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=372626292351&amp;h=f452f96254850bc918646415dc2d078f&amp;url=http%3A%2F%2Frezasalafy.wordpress.com" target="_blank">sumber 2</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=115&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/03/17/sungguh-indah-hikmah-sang-murid-abu-abdirrahman-hatim-ibn-alwan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs428.snc3/24711_1276700752173_1069615986_30636770_4891037_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Kantong Sutra</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/03/16/barang-temuan/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/03/16/barang-temuan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 07:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[barang temuan]]></category>
		<category><![CDATA[dauroh fiqih nasional]]></category>
		<category><![CDATA[mutiara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[yang ikut dauroh fiqih nasional di makassar lalu, pasti ingat dengan kisah ini di bab barang temuan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=108&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Al-Mukhtar min Faraid An-Nuqul wa Al-Akhbar,&#8221; jilid 3, hal. 63-67 dan &#8220;Thabaqat Al-<br />
Hanabilah,&#8221; jilid 1, hal. 196.<br />
</em><br />
<strong><em>Hakim Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad Al-<br />
Bazzaz Al-Anshari</em></strong> mengisahkan.<br />
Aku tinggal dekat Mekah Al-Mukarramah. Suatu hari aku kelaparan,<br />
tidak ada sepotong makanan yang dapat mengganjal perutku, sampai<br />
akhirnya kutemukan sebuah kantong sutra berhias rumbai-rumbai sutra.<br />
Aku mengambil dan membawa pulang kantong itu. Setelah aku buka,<br />
ternyata isinya adalah seuntai kalung mutiara yang sangat indah tiada tara.<br />
Ketika keluar dari rumah, aku mendengar ada seorang tua yang<br />
membawa-bawa kantong berisi uang 500 dinar berseru, &#8220;Akan kuberikan<br />
uang ini bagi siapa saja yang mengembalikan kepadaku kantong yang<br />
berisi kalung mutiara.&#8221;<span id="more-108"></span><br />
Mendengar itu aku bergumam, &#8220;Aku sedang kekurangan dan<br />
kelaparan, akan kuambil dinar emas itu dan akan kukembalikan kantong<br />
miliknya.&#8221;<br />
Aku kemudian berkata kepada orang tua itu, &#8220;Kemari, kek!&#8221; Aku<br />
mengajaknya ke rumah, lalu dia menyampaikan padaku semua ciri-ciri<br />
kantong, rumbai-rumbai, dan kalung mutiara lengkap dengan jenis benang<br />
yang digunakan untuk merangkainya. Aku mengeluarkan kantong itu dan<br />
memberikannya. Sesuai janjinya, dia kemudian memberikan lima ratus<br />
dinar, tapi aku tolak, &#8220;Aku harus mengembalikan kantong itu kepada Anda<br />
tanpa meminta balas jasa sepeserpun.&#8221;<br />
Namun, dia berkata, &#8220;Kamu harus mengambilnya,&#8221; ia terus<br />
mendesakku, tapi tetap aku tolak, sampai dia pergi meninggalkanku.<br />
Tak lama berselang, aku meninggalkan Mekah dengan menaiki sebuah<br />
kapal. Di tengah pelayaran, kapal yang kutumpangi bocor dan tenggelam.<br />
Banyak penumpang dan harta bawaan yang tenggelam, sedangkan aku<br />
selamat dengan berpegangan pada sebuah potongan kayu kapal. Arus laut<br />
menghanyutkanku entah kemana.<br />
Singkat cerita, aku terdampar di sebuah pulau yang ditinggali oleh<br />
sekelompok orang. Tak tahu harus kemana, aku masuk ke sebuah masjid<br />
dan membaca al-Qur&#8217;an. Ternyata, banyak orang yang mendengar<br />
bacaanku. Mereka berkumpul di sekelilingku dan berkata, &#8220;Ajarkan kami<br />
al-Quran.&#8221;<br />
Sejak saat itu aku mengajarkan al-Qur&#8217;an kepada mereka sampai aku<br />
berhasil mengumpulkan banyak uang sebagai hasil jerih payahku<br />
mengajarkan al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Waktu berlalu, sampai suatu saat ketika aku sedang membaca lembaran<br />
mushaf Qur’an di masjid, beberapa orang bertanya kepadaku, &#8220;Apakah<br />
kamu dapat menulis?&#8221;<br />
&#8220;Ya,&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Tolong ajari kami tulis menulis,&#8221; kata mereka.<br />
Tak lama berselang, mereka kembali bersama anak-anak dan para<br />
pemuda untuk kuajari tulis-menulis. Sekali lagi aku berhasil mendapatkan<br />
uang banyak sebagai hasil jerih payahku mengajar mereka tulis-menulis.<br />
Waktu berlalu, ketika pada suatu hari orang-orang datang kepadaku<br />
menyampaikan sesuatu, &#8220;Ada seorang gadis yatim yang kaya tinggal di sini,<br />
kami memintamu untuk menikahinya,&#8221; ujar mereka.<br />
Aku terkejut mendengar permintaan mereka. aku menolaknya, tetapi<br />
mereka terus mendesakku, sampai aku tak kuasa menolak permintaan<br />
mereka.<br />
Ketika dipertemukan dengan gadis yatim itu, aku terkejut, karena gadis<br />
itu mengenakan kalung yang dulu pernah kutemukan dan telah<br />
kukembalikan kepada pemiliknya. Mataku tak berkedip melihat kalung di<br />
lehernya itu, sampai orang-orang di sekelilingku berkata, &#8220;Wahai Syaikh,<br />
mengapa kau hancurkan hati gadis itu dengan lebih memperhatikan<br />
kalung di lehernya dan mengabaikannya.&#8221;<br />
Aku ceritakan kisahku dan kalung itu dari awal.<br />
Selesai mendengar ceritaku, tiba-tiba mereka menyerukan takbir dan<br />
tahlil, sampai hampir seluruh penduduk pulau itu mengetahui apa yang<br />
terjadi.<br />
Dengan heran aku bertanya, &#8220;Apa gerangan yang terjadi?&#8221;<br />
Salah seorang dari mereka berkata, &#8220;Kakek tua yang menerima<br />
kalungnya darimu adalah ayah gadis ini. Dulu, dia pernah berdoa, ‘Aku<br />
tidak pernah menemukan seorang muslim seperti pemuda yang<br />
mengembalikan kalungku ini. Oleh karena itu, <strong>ya Allah, pertemukan aku<br />
dengannya untuk aku jodohkan dengan anakku.’&#8221;</strong><br />
Kini, aku telah menikah dengan gadis yatim itu sampai kami dikaruniai<br />
dua orang anak. Beberapa saat kemudian, istriku wafat, meninggalkan<br />
kalung mutiara dan dua orang anak.<br />
Setelah anakku meninggal, tinggallah aku dengan kalung bersejarah<br />
itu. Kalung itu lalu kujual seharga 1000 dinar dan kulanjutkan hidupku<br />
dengan hartaku itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=108&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/03/16/barang-temuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penghibur Kesedihan</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/02/28/penghibur-kesedihan/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/02/28/penghibur-kesedihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 02:46:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc Sebagian orang menyangka bahwa orang yang ditimpa penyakit atau semisalnya adalah orang yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal tidak seperti itu kenyataannya. Karena terkadang seorang diuji dengan penyakit dan musibah padahal ia seorang yang mulia disisi-Nya seperti para nabi, rasul, dan orang shalih. Sebagaimana yang dialami Nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=104&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc</p>
<p>Sebagian orang menyangka bahwa orang yang ditimpa penyakit atau semisalnya adalah orang yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal tidak seperti itu kenyataannya. Karena terkadang seorang diuji dengan penyakit dan musibah padahal ia seorang yang mulia disisi-Nya seperti para nabi, rasul, dan orang shalih. Sebagaimana yang dialami Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika masih di Makkah, saat perang Uhud dan Ahzab serta ketika wafatnya. Musibah juga menimpa Nabi Ayyub, Nabi Yunus, dan nabi yang lainnya ‘alaihimussalam. Itu semua untuk mengangkat kedudukan mereka dan dibesarkannya pahala serta sebagai contoh (kesabaran) bagi orang yang datang setelah mereka.<br />
Terkadang seorang diuji dengan kesenangan -seperti harta yang banyak, istri, anak-anak, dan lainnya- namun<span id="more-104"></span> tidak sepantasnya untuk dikatakan sebagai orang yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala jika ia tidak melakukan ketaatan kepada-Nya. Orang yang mendapatkan itu semua bisa jadi memang orang yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bisa jadi orang yang dimurkai-Nya.<br />
Keadaannya berbeda-beda, sedangkan kecintaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala bukanlah karena kedudukan, anak, harta dan jabatan. Kecintaan di sisi-Nya diraih dengan amal shalih, takwa dan kembali kepada Allah serta melaksanakan hak-hak-Nya. (lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz, 7/150-151)<br />
Seorang mukmin hendaklah yakin bahwa apa yang ditakdirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala niscaya akan menimpanya, tidak meleset sedikit pun. Sedangkan apa yang tidak ditakdirkan oleh-Nya pasti tidak akan menimpanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ. لِكَيْ لاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ</p>
<p>“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23)</p>
<p>Seseorang yang ditimpa musibah hendaklah melihat apa yang ada dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Niscaya ia akan mendapatkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sesuatu yang lebih besar dari lenyapnya musibah, bagi orang yang sabar dan ridha. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ</p>
<p>“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar: 10)</p>
<p>Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ</p>
<p>“Senantiasa bala` (cobaan) menimpa seorang mukmin dan mukminah pada tubuhnya, harta dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak memiliki dosa.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya, dan dinyatakan hasan shahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/565 no. 2399)</p>
<p>Seorang yang ditimpa musibah hendaklah tahu bahwa di setiap sudut kampung dan kota bahkan setiap rumah, ada orang yang tertimpa musibah. Di antara mereka ada yang terkena musibah sekali dan ada pula yang berkali-kali. Hal itu tidak terputus sampai seluruh anggota keluarga terkena semua. Dengan demikian ia akan merasakan ringannya musibah karena bukan hanya dia yang terkena cobaan.<br />
Jika melihat ke kanan, ia tidak melihat kecuali orang yang terkena musibah. Dan jika melihat ke kiri, ia tidak melihat kecuali orang yang sedih. Bila orang yang terkena musibah tahu bahwa jika dia memerhatikan alam ini tidaklah ia melihat kecuali di tengah-tengah mereka ada yang terkena musibah, baik dengan lenyapnya sesuatu yang dicintai atau tertimpa dengan sesuatu yang tidak mengenakkan. Maka dia akan tahu bahwa kebahagiaan dunia hanyalah seperti mimpi dalam tidur atau bayangan yang lenyap. Jika kesenangan dunia membuat tertawa sedikit, ia akan menjadikan tangis yang banyak. Dan tidaklah suatu rumah dipenuhi keceriaan kecuali suatu saat akan dipenuhi ratap tangis. Muhammad bin Sirin berkata: “Tiada suatu tawa kecuali setelahnya akan datang tangis.”</p>
<p>Seorang hamba melihat dengan mata hatinya sehingga ia tahu bahwa pahitnya kehidupan dunia itu adalah suatu hal yang manis di akhirat dan manisnya dunia merupakan perkara yang pahit di negeri akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala lah yang membaliknya. Lihatlah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطُّ؟ فَيَقُوْلُ: لاَ، وَاللهِ يَا رَبِّ. وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ؟ فَيَقُوْلُ: لاَ، وَاللهِ يَا رَبِّ، مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ</p>
<p>Di hari kiamat nanti akan didatangkan seorang penduduk dunia yang paling mendapatkan nikmat dari penghuni neraka, lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sekali celupan, kemudian ditanya: “Wahai anak keturunan Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan? Apakah kamu pernah mendapatkan kenikmatan?” Ia menjawab: “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku.” Dan akan didatangkan seorang yang paling menderita di dunia dari penduduk surga lalu ia dicelupkan ke dalam surga sekali celupan, kemudian ditanya: “Wahai anak keturunan Adam, pernahkah kamu melihat penderitaan? Pernahkah kamu merasakan kesengsaraan?” Ia menjawab: “Tidak demi Allah, wahai Rabbku. Tidak pernah aku mengalami penderitaan dan tidak pernah melihat kesengsaraan.” (HR. Muslim no. 2807)</p>
<p>Orang yang ditimpa musibah hendaklah meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertawakal kepada-Nya. Hendaklah ia tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama orang-orang yang sabar.</p>
<p>Hendaklah orang yang ditimpa musibah memantapkan dirinya sehingga tahu bahwa musibah yang datang kepadanya itu datang dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, sesuai dengan keputusan dan takdir-Nya. Hendaknya dia menyadari pula bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah menakdirkan musibah kepadanya untuk membinasakan dan menyiksanya, tetapi Ia mengujinya untuk diuji kesabaran dan keridhaannya serta pengaduannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Hendaklah diketahui bahwa musibah yang paling besar adalah musibah yang menimpa agama seorang. Seperti seseorang yang dahulu rajin ibadah, namun kini bermalas-malasan, atau orang yang dulunya taat kini meninggalkannya dan suka dengan kemaksiatan. Inilah musibah yang tidak ada keberuntungannya sama sekali.</p>
<p>Al-Imam Ibnul Jauzi menyebutkan beberapa perkara untuk mengobati musibah sehingga seorang tidak berlarut-larut dalam kesedihan yang bisa membinasakan dan mengabaikan hak dan kewajiban, yaitu:<br />
- Mengetahui bahwa dunia tempat ujian dan petaka serta bahwa musibah suatu hal yang pasti terjadi.<br />
- Memperkirakan adanya orang yang ditimpa musibah lebih besar dan banyak dari musibahnya, serta melihat keadaan orang yang ditimpa musibah seperti musibahnya sehingga ia terhibur karena bukan hanya dia saja yang terkena musibah.<br />
- Meminta ganti yang lebih baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengharap pahala dari kesabarannya.<br />
(Diambil dari kitab Tasliyatu Ahlil Masha`ib karya Al-Imam Muhammad Al-Munbajja Al-Hanbali -dengan ringkas- hal. 13-22)<br />
2/126-129)<br />
Wallahu a’lam bish-shawab.</p>
<p>sumber: Asysyariah.com, dikutip dari bacaan: Pelipur Lara Saat Musibah dan Bencana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=104&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/02/28/penghibur-kesedihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Imam Asy-Syafi&#8217;iy kepada muridnya, Imam Al-Muzany</title>
		<link>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/02/26/nasihat-imam-asy-syafiiy-kepada-muridnya-imam-al-muzany/</link>
		<comments>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/02/26/nasihat-imam-asy-syafiiy-kepada-muridnya-imam-al-muzany/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 16:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Maulana, S.Kom</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezasalafy.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Imam Muzany bercerita,”Aku menemui Imam Asy-Syafi&#8217;iy menjelang wafatnya, lalu aku berkata,”bagaimana keadaanmu pagi ini , wahai ustadzku?” beliau menjawab, “Pagi ini aku akan melakukan parjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku. Aku tidak tau; apakah diriku berjalan ke syurga sehingga aku memberinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=92&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Muzany bercerita,”Aku menemui Imam Asy-Syafi&#8217;iy menjelang wafatnya, lalu aku berkata,”bagaimana keadaanmu pagi ini , wahai ustadzku?”<br />
beliau menjawab, “Pagi ini aku akan melakukan parjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku. Aku tidak tau; apakah diriku berjalan ke syurga sehingga aku memberinya ucapan kegembiraan , atau berjalan ke neraka sehingga aku menghibur kesedihannya.”<br />
Aku(Al-Muzany) berkata, “Nasihatilah aku”.<br />
Asy-Syafi&#8217;iy berpesan kepadaku, “Bertaqwalah kepada Allah, parmisalkanlah akhirat dalam hatimu, jadikanlah kematian antara kedua matamu dan jangan lupa engkau akan berdiri di hadapan Allah. Takutlah kepada Allah &#8216;Azza wa Jalla, jauhilah apa-apa yang Dia haramkan, laksanakanlah segala yang Dia wajibkan, hendaknya engkau bersama Allah di manapun engkau berada. Jadikanlah diammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai Dzikir dan pandanganmu sebagai pelajaran. Maafkanlah orang yang mendzolimimu, sambunglah orang yang memutus silaturrahmi kepadamu, berbuat baiklah kepada siapa yang bebuat jelek kepadamu, bersabarlah tehadap segala musibah, berlindunglah kepada Allah dari api neraka dengan ketaqwaan.”<br />
Aku(Al-Muzany) berkata “Tambahkanlah (nasihatmu) kepadaku.”<span id="more-92"></span><br />
Beliau melanjutkan, “Hendaknya kejujuran adalah lisanmu, menepati janji adalah tiang tonggakmu, rahmat adalah buahmu, kesyukuran sebagai thaharahmu, kebenaran sebagai perniagaanmu, kasih sayang adalah perhiasanmu, kecerdikan adalah daya tangkapmu, ketaatan sebagai mata pencaharianmu, ridha sebagai amanahmu, pemahaman adalah penglihatanmu, rasa harap adalah kesabaranmu, rasa takut sebagai jilbabmu, shadaqoh sebagai pelindungmu dan zakat sebagai bentengmu. Jadikanlah rasa malu sebagai pemimpinmu, sifat tidak tegesa-gesa sebagai menterimu,<br />
tawakkal sebagai baju tamengmu, dunia sebagai penjaramu dan kefakiran sebagai pembaringanmu. Jadikanlah kebenaran sebagai pemandumu, haji dan jihad sebagai tujuanmu, Al-Qur&#8217;an sebagai pembicaramu dengan kejelasan, jadikanlah Allah sebagai penyejukmu. Siapa yang sifatnya seperti ini maka syurga adalah tempat tinggalnya.”<br />
Kemudian Asy-Syafi&#8217;iy mengangkat pandangannya ke arah langit seraya menghadirkan susunan ta&#8217;bir. Lalu beliau bersyair:</p>
<p>Kepada-Mu  -wahai Ilâh segenap makhluq, wahai pemilik anugerah dan kebaikan-,<br />
kuangkat harapanku, walaupun aku ini seorang yang bergelimang dosa.<br />
Tatkala hati telah membatu dan sempit segala jalanku,<br />
kujadikan harapan pengampunan-Mu sebagai tangga bagiku<br />
Kurasa dosaku teramatlah besar, namun tatkala dosa-dosa itu<br />
kubandingkan dengan maaf-Mu -wahai Rabb-ku-, ternyata maaf-Mu lebihlah besar<br />
Terus menerus Engkau Maha Pemaaf dosa, dan terus-menerus<br />
Engkau memberi derma dan maaf sebagai nikmat dan pemuliaan.<br />
Andaikata bukan karena-Mu, tidak seorang pun ahli ibadah yang tersesat oleh iblis<br />
bagaimana tidak, sedang dia pernah menyesatkan kesayangan-Mu, Adam.<br />
Kalaulah Engkau memaafkan aku, maka Engkau telah memaafkan<br />
seorang yang congkak, zholim lagi sewenang-wenang, yang masih terus berbuat dosa.<br />
Andai kata Engkau menyiksaku, tidaklah aku berputus asa,<br />
walaupun diriku telah Engkau masukkan ke dalam Jahannam lantaran dosaku.<br />
Dosaku sangatlah besar, dahulu dan sekarang, namun maaf-Mu -wahai Maha Pemaaf- lebih tinggi dan lebih besar.”<br />
[Tarikh Ibnu Asâkir juz 51 hal. 430-431]</p>
<p>Sumber: Majalah An-Nashihah vol.13 thn 1429 H/2008 M</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezasalafy.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezasalafy.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezasalafy.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezasalafy.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezasalafy.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezasalafy.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezasalafy.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezasalafy.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezasalafy.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezasalafy.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezasalafy.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezasalafy.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezasalafy.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezasalafy.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezasalafy.wordpress.com&amp;blog=4206400&amp;post=92&amp;subd=rezasalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezasalafy.wordpress.com/2010/02/26/nasihat-imam-asy-syafiiy-kepada-muridnya-imam-al-muzany/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c195e33be0ea113045b6164c4ca6239f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rezasalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
